Sabtu, 22 November 2014

TATA CARA KHUTBAH


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا

وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt atas segala karunia serta hidayah dan berjuta kenikmatan yang  tak terhingga yang telah Dia anugerahkan kepada kita semua.
Shalawat serta salam  selalu tercurahkan kepada  baginda  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Selanjutnya marilah kita tingkatkan  takwa  kepada Allah subhanahu wa Ta’ala yakni dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Hadirin Rahimakumullah!
Khutbah yang akan saya sampaikan ini ialah syirik. Jika kita menginginkan berjumpa dengan Allah kelak di hari kiamat dan Allah merahmatinya, maka kita harus beramal shaleh dan tidak boleh menyekutukan kepada-Nya dengan sesuatu apapun. Sebagaimana firman Allah yang telah kami baca diatas yang artinya sebagai berikut:
                             أَحَدًا رَبِّهِ  بِعِبَادَةِ يُشْرِكْ وَلَا صَالِحًا عَمَلًا فَلْيَعْمَلْ رَبِّهِ لِقَاءَ يَرْجُو كَانَ فَمَنْ
Artinya:
"Maka barangsiapa menginginkan berjumpa dengan Tuhannya, maka sebaiknya dia beramal shaleh dan tidak menyekutukan dengan beribadah kepada Tuhannya dengan seseorang"

Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kita dianjurkan supaya beribadah kepada Allah secara murni tanpa menginginkan pujian orang lain yakni semata-mata karena mengharap Ridho Allah SWT

Doa khutbah pertama

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ

.وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ

الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ

فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Hadirin Rahimakumullah!
Orang yang menyekutukan Allah diharamkan masuk surga dan tempanya yang layak adalah di neraka. Sebagaimana firman Allah berikut ini:
 النَّارُ وَمَأْوَاهُ  الْجَنَّةَ عَلَيْهِ اللَّهُ حَرَّمَ  فَقَدْ بِاللَّهِ  يُشْرِكْ مَنْ إِنَّهُ
Artinya:
"Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkannya atas dia masuk syurga dan tempatnya (yang layak) itu neraka"
Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa Allah telah mengharamkan orang yang menyekutukan-Nya masuk syurga dan sebagai balasannya yang layak bagi dia adalah neraka
Sebagaimana sabda rasulullah yang mengingatkan kita sebagai umatnya supaya menjauhi syirik yang kecil,  apalagi syirik yang besar,beliau bersaba :
"Takutlah kalian pada syirik yang kecil. Para sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah! Apakah Syirik yang kecil itu?. Beliau menjawab: "yaitu riya' (pamer). Allah berfirman kelak dihari pembalasan amal-amalnya hamba-hamba (Allah) : "Kalian pergilah kepada orang-orang yang kalian pameri dengan amal-amal kalian di dunia, maka lihat barangkali kalian menjumpai pembalasan pada orang yang kalian pameri itu"  (HR. Ahmat dengan isnad yang bagus dari Ibnu 'Abbas)
Hadirin Rahimakumullah!
Demikianlah khutbah jum'at yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan kita mendapatkan hidayah dan ridho Allah swt serta semoga kita dijauhi dari perbuatan syirik, sesungguhnya allah tidak mengampuni hambanya yang telah menyekutukan-NYA, semoga khutbah jumat ini bermanfaat bagi  bagi kita semua . Amin

DOA Penutup khotbah ke dua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biografi Ir Soekarno

Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) ia merupakan  Presiden In...