BAB II
PEMBAHASAN
Sikap Toleransi Dalam Kehidupan
Beragama
A.
Materi
Pembelajaran
1. Pengertian
Toleransi
Toleransi adalah suatu sikap atau
perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, di mana seseorang
menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan. Sikap
toleransi sangat perlu dikembangkan karena manusai adalah makhluk sosial dan
akan menciptakan adanya kerukunan hidup. Dan cara memelihara toleransi, antara
lain:
·
Ciptakan
kenyamanan
·
Kenailah
intoleransi ketika anak terbuka terhadapnya
·
Menolak
sikap intoleransi yang dilakukan anak
·
Dukung
anak anda ketika mereka korban dari sikap intoleransi
·
Bantu
perkembangan sebuah pengalaman yang sehatdan identitas kelompok
·
Tampilkan
barang-barang pajangan yang mengandung unsure perbedaaan budaya di rumah anda
·
Beri
kesempatan pada anak-anak untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda
dengan mereka
·
Dorong
anak-anak untuk mendatangi sumber-sumber yang ada di lingkungan sekitar
·
Jujurlah
terhadap perbedaan-perbedaan
·
Berikan
contoh pada orang lain
Sebagai makhluk sosial manusia
tentunya harus hidup sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri
dari berbagai macam suku dan agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama
maka diperlukan sikap toleransi.dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sikap
memiliki arti perbuatan dsb yang berdasarkan pada pendirian, dan atau keyakinan
sedangkan toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya
menahan diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati
lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda (W.J.S
Poerwodarminto; wartawarga.gunadarma.ac.id/).
Menurut Yosef Lalu (2010) Toleransi sendiri terbagi atas
tiga yaitu
a.
Negatif
Isi ajaran dan penganutnya tidak
dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan
dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di
Indonesia pada zamanIndonesia baru merdeka.
b. Positif
Isi ajaran ditolak, tetapi
penganutnya diterima serta dihargai.Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya
menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda,
tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.
c. Ekumenis
Isi ajaran serta penganutnya
dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang
berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan
teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau
paham.
Dalam kehidupan beragama sikap
toleransi ini sangatlah dibutuhkan, karena dengan sikap toleransi ini kehidupan
antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan
memelihara hak dan kewajiban masing-masing.
Mengingat pentingnya toleransi, maka
ia harus diajarkan kepada anak-anak baik dilingkungan formal maupun lingkungan
informal. Di lingkungan formal contohnya siswa dapat dibekali tentang
nilai-nilai yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama melalui bidang studi
Agama, Kewarganegaraan, ataupun melalui aspek pengembangan diri seperti
Pramuka, PMR, OSIS, dll. Hal yang sama dapat juga dilakukan di lingkungan
informal oleh orang tua kepada anak-anaknya melalui pengajaran nilai-nilai yang
diajarkan sedini mungkin di rumah.
Ada beberapa manfaat yang akan kita
dapatkan dengan menanamkan sikap toleransi, manfaat tersebut adalah:
Ø hidup bermasyarakat akan lebih
tentram
Ø persatuan, bangsa Indonesia, akan
terwujud
Ø pembangunan Negara akan lebih mudah
1.
Pengertian Hak dan Kewajiban
Hak adalah sesuatu yang mutlak
menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri.Contoh dari
hak adalah:
·
Setiap
warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum;
·
Setiap
warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak;
·
Setiap
warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam
pemerintahan;
·
Setiap
warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan
masing-masing yang dipercayai;
·
Setiap
warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran;
·
Setiap
warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri
dari serangan musuh;dan
·
Setiap
warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul
mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang
berlaku.
Kewajiban adalah sesuatu yg
dilakukan dengan tanggung jawab.Contoh dari kewajiban adalah:
Ø Setiap warga negara memiliki
kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara
indonesia dari serangan musuh;
Ø Setiap warga negara wajib membayar
pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah
daerah (pemda);
Ø Setiap warga negara wajib mentaati
serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali,
serta dijalankan dengan sebaik-baiknya;
Ø Setiap warga negara berkewajiban
taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara
Indonesia;dan
Ø Setiap warga negara wajib turut
serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang
dan maju ke arah yang lebih baik.
Kewajiban merupakan hal yang harus
dikerjakan atau dilaksanankan. Jika tidak dilaksanankan dapat mendatangkan
sanksi bagi yang melanggarnya. Sedangkan hak adalah kekuasaan untuk melakukan
sesuatu. Namun, kekuasaan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Pembatasan ini
harus dilakukan agar pelaksanaan hak seseorang tidak sampai melanggar hak orang
lain. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang, artinya, kita tidak
boleh terus menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban.
Indonesia adalah bangsa yang terdiri
dari beragam suku dan agama, dengan adanya sikap toleransi dan sikap menjaga
hak dan kewajiban antar umat beragama, diharapkan masalah-masalah yang
berkaitan dengan sara tidak muncuk kepermukaan. Dalam kehidupan masyarakat
sikap toleransi ini harus tetap dibina, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah
antara satu sama lain
Toleransi Hak dan kewajiban dalam
umat beragama telah tertanam dalam nilai-nilai yang ada pada pancasila.
Indonesia adalah Negara majemuk yang terdiri dari berbagai macam etnis dan
agama, tanpa adanya sikap saling menghormati antara hak dan kewajiban maka akan
dapat muncul berbagai macam gesekan-gesekan antar umat beragama.
B.
Metode Pembelajaran
Dalam
sikap toleransi beragama ini menggunakan metode penilitian yang mengumpulkan
data serta keterangan serta mengenai pelembagaan sikap toleransi antar umat
beragama disekolah multiagama, sebenarnya perlu dikaji memlaui beberapa sudut
pandang. adapun dalam penelitian ini akan dikaji mengenai sejauh mana sikap
toleransi antar umat beragama ditanamkan kepada peserta didik dalam lembaga pendidikan
(sekolah).
Dalam
penelitian ini ada beberapa tahap yang telah dilakukan secara kompleks menjadi
metode penilitian anatar lain sebagai berikut :
a) Pendekatan penilitian
Untuk mendiskripsikan secara
holistic mengenai pelembagaan toleransi beragama disekolah-sekolah multiagama
pada peserta didik (siswa), maka yang dilakukan berbentuk penelitian
kualitatif, sehingga penekanannya bukan pada pengukuran, melainkan pada
pendiskripsian yang holistic, emik terutama yang berkaitan dengan pengembangan
serta pelembagaan sikap toleransi beragama pada tataran lembaga pendidikan
sekolah.
b) Teknik penentuan informan
Informan dalam penelitian ini adalah
peserta didik (siswa) yang mempunyai latar belakang agama berbeda-beda dari
salah satu sekolah yang mempunyai corak multiagama, yang dalam hal ini
penelitian mengambil SMA N 1 negara sebagai objek penelitian.
c) Teknik pengumpulan data
Data yang dibutuhkan menjawab
masalah penelitian akan dikumpulan dengan memakai beberapa teknik pengumpulan
data yakni :
Ø Angket (Kuesioner)
Ø Teknik wawancara mendalam
Ø Teknik observasi
d) Teknik analisis data
Analisis data dalam penelitian
kualitatif, dilakukanj pada saat pengumpulan dat berlangsung, dan setelah
selesai pengumpulan data yang dinginkan. data yang terkumpul dianalisis dengan
melakukan berbagai kegiatan, yakni reduksi data, menyajikan, menafsirkan, dan
menarik simpulan.
C.
Media Pembelajaran
Dalam
pembelajaran sikap toleransi beragama ini sebaiknya menggunakan media apa saja
yang bisa digunakan baik dalam sumber media cetak, media elektronik dan media
interaktif. Disamping itu member kemudahan-kemudahan, kesulitan-kesulitan
karena sangat komplek.
sebaiknya
media yang paling tepat dalam pembelajaran sikap toleransi beragama ini yang
paling tepat menggunakan media visual yaitu media yang, melibatkan indera
penglihatan. Adapun unsure-unsur dalam media visual adalah sebagai berikut:
Ø Garis adalah kumpulan dari
titik-titik.
Ø Bentuk adalah sebuah konsep symbol
yang dibangun atas garis-garis atau gabungan garis dengan konsep-konsep
lainnya.warna
Ø Warna digunakan untuk member kesan
pemisahan atau penekanan, juga untuk membangun keterpaduan, bahkan dapat mempertinggi
tingkat realismedan menciptakan respon emosional tertentu
Ø Tekstur digunakan untuk menimbulkan
kesan kasar dan halus, juga untuk memberikan penekanan seperti halnya warna.
Ø Kesederhanaan.
Ø Penekanan.
Ø Keterpaduan.
D.
Langkah-langkah Pembelajaran
Adapun langkah-langkah yang perlu
dilakukan seorang guru dalam pembelajaran sikap toleransi dalam kehidupan
beragama yaitu sebagai berikut:
1) Guru
Ø seorang guru hendaknya mempunyai
sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Ø seorang guru harus bisa menjelaskan
tentang sikap toleransi dalam kehidupan beragama yang dilakukan dalam
lingkungan sekolah.
Ø seorang guru harus bisa berinteraksi
dengan peserta didiknya dalam menerapkan sikap toleransi tersebut.
Ø seorang guru mendorong dan
menginsspirasi siswa berfikir secara kritis.
Ø seorang guru hendaknya member contoh
dalam bersikap atau berperilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari baik
dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
Ø kemudian guru menanyakan sikap yang
baik menurut agama itu seperti apa dan bagaimana.
2) Siswa
Ø siswa diajak mencontohkan sikap yang
baik dalam bertoleransi menurut agama dalam lingkungan sekolah.
Ø siswa diminta untuk mempraktekan
dengan berdialog didalam kelas
Ø kemudian guru dan siswa bersama-sama
menyimpulkan sikap tolerasansi dalam kehidupan beragama
BAB
III
PENUTUP
Kesimpulan
Di dalamnya terdapat siswa yang memiliki latar
belakang yang berbeda-beda, termasuk di dalamnya perbedaan agama Sebagai
seorang guru BK, kita harus dapat menumbuhkan sikap toleransi pada diri siswa
terkhusus kepada mereka yang berbeda agama. Beberapa hal yang dapat dilakukan
oleh guru BK untuk menumbuhkan sikap toleransi diantara mereka adalah dengan
membentuk kelompok belajar yang di dalamnya terdiri dari siswa-siswa yang
memliki latar agama yang berbeda. Dalam kelompok tersebut mereka dapat belajar
menghargai pendapat antara satu dengan yang lainnya. Mereka dapat belajar
menerima dan menghargai terhadap kehadiran penganut agama lain di
sekitarnya.
Dengan cara ini diharapkan mereka
dapat belajar bersikap toleransi yang pada akhirnya dapat memunculkan sikap
saling mengormati hak dan kewajiban antar umat beragama mulai dari lingkungan
kecil, kelompok dan sekolah, sehingga diharapkan mereka dapat memiliki sikap
toleransi dan dapat menghargai agama lain dalam lingkup yang lebih besar lagi
(masyarakat).
Dengan adanya kesadaran akan
pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama, diharapakan akan terjalin
hubungan yang harmonis antar warga Negara yang pada akhirnya akan membawa
kesejahteraan bagi masyarakat dan percepatan pembangunan bagi negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar