Selasa, 29 September 2015

SIKAP TOLERANSI DALAM BERAGAMA

BAB II
PEMBAHASAN
Sikap Toleransi Dalam Kehidupan Beragama

A.    Materi Pembelajaran

1.      Pengertian Toleransi
Toleransi adalah suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan, di mana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan. Sikap toleransi sangat perlu dikembangkan karena manusai adalah makhluk sosial dan akan menciptakan adanya kerukunan hidup. Dan cara memelihara toleransi, antara lain:
·         Ciptakan kenyamanan
·         Kenailah intoleransi ketika anak terbuka terhadapnya
·         Menolak sikap intoleransi yang dilakukan anak
·         Dukung anak anda ketika mereka korban dari sikap intoleransi
·         Bantu perkembangan sebuah pengalaman yang sehatdan identitas kelompok
·         Tampilkan barang-barang pajangan yang mengandung unsure perbedaaan budaya di rumah anda
·         Beri kesempatan pada anak-anak untuk berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda dengan mereka
·         Dorong anak-anak untuk mendatangi sumber-sumber yang ada di lingkungan sekitar
·         Jujurlah terhadap perbedaan-perbedaan
·         Berikan contoh pada orang lain
Sebagai makhluk sosial manusia tentunya harus hidup sebuah masyarakat yang kompleks akan nilai karena terdiri dari berbagai macam suku dan agama. Untuk menjaga persatuan antar umat beragama maka diperlukan sikap toleransi.dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sikap memiliki arti perbuatan dsb yang berdasarkan pada pendirian, dan atau keyakinan sedangkan toleransi berasal dari bahasa Latin yaitu tolerare artinya menahan diri, bersikap sabar,membiarkan orang berpendapat lain, dan berhati lapang terhadap orang-orang yang memiliki pendapat berbeda (W.J.S Poerwodarminto; wartawarga.gunadarma.ac.id/).
Menurut Yosef Lalu (2010) Toleransi sendiri terbagi atas tiga yaitu
a.      Negatif
Isi ajaran dan penganutnya tidak dihargai. Isi ajaran dan penganutnya hanya dibiarkan saja karena menguntungkan dalam keadaan terpaksa.Contoh PKI atau orang-orang yang beraliran komunis di Indonesia pada zamanIndonesia baru merdeka.
b.      Positif
Isi ajaran ditolak, tetapi penganutnya diterima serta dihargai.Contoh Anda beragama Islam wajib hukumnya menolak ajaran agama lain didasari oleh keyakinan pada ajaran agama Anda, tetapi penganutnya atau manusianya Anda hargai.
c.       Ekumenis
Isi ajaran serta penganutnya dihargai, karena dalam ajaran mereka itu terdapat unsur-unsur kebenaran yang berguna untuk memperdalam pendirian dan kepercayaan sendiri.Contoh Anda dengan teman Anda sama-sama beragama Islam atau Kristen tetapi berbeda aliran atau paham.
Dalam kehidupan beragama sikap toleransi ini sangatlah dibutuhkan, karena dengan sikap toleransi ini kehidupan antar umat beragama dapat tetap berlangsung dengan tetap saling menghargai dan memelihara hak dan kewajiban masing-masing.
Mengingat pentingnya toleransi, maka ia harus diajarkan kepada anak-anak baik dilingkungan formal maupun lingkungan informal. Di lingkungan formal contohnya siswa dapat dibekali tentang nilai-nilai yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama melalui bidang studi Agama, Kewarganegaraan, ataupun melalui aspek pengembangan diri seperti Pramuka, PMR, OSIS, dll. Hal yang sama dapat juga dilakukan di lingkungan informal oleh orang tua kepada anak-anaknya melalui pengajaran nilai-nilai yang diajarkan sedini mungkin di rumah.
Ada beberapa manfaat yang akan kita dapatkan dengan menanamkan sikap toleransi, manfaat tersebut adalah:
Ø  hidup bermasyarakat akan lebih tentram
Ø  persatuan, bangsa Indonesia, akan terwujud
Ø  pembangunan Negara akan lebih mudah
1.      Pengertian  Hak dan Kewajiban
Hak adalah sesuatu yang mutlak menjadi milik kita dan penggunaannya tergantung kepada kita sendiri.Contoh dari hak adalah:
·         Setiap warga negara berhak mendapatkan perlindungan hukum;
·         Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak;
·         Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan;
·         Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai;
·         Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran;
·         Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah negara kesatuan Indonesia atau nkri dari serangan musuh;dan
·         Setiap warga negara memiliki hak sama dalam kemerdekaan berserikat, berkumpul mengeluarkan pendapat secara lisan dan tulisan sesuai undang-undang yang berlaku.
Kewajiban adalah sesuatu yg dilakukan dengan tanggung jawab.Contoh dari kewajiban adalah:
Ø  Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara indonesia dari serangan musuh;
Ø  Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda);
Ø  Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya;
Ø  Setiap warga negara berkewajiban taat, tunduk dan patuh terhadap segala hukum yang berlaku di wilayah negara Indonesia;dan
Ø  Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.
Kewajiban merupakan hal yang harus dikerjakan atau dilaksanankan. Jika tidak dilaksanankan dapat mendatangkan sanksi bagi yang melanggarnya. Sedangkan hak adalah kekuasaan untuk melakukan sesuatu. Namun, kekuasaan tersebut dibatasi oleh undang-undang. Pembatasan ini harus dilakukan agar pelaksanaan hak seseorang tidak sampai melanggar hak orang lain. Jadi pelaksanaan hak dan kewajiban haruslah seimbang, artinya, kita tidak boleh terus menuntut hak tanpa memenuhi kewajiban.
Indonesia adalah bangsa yang terdiri dari beragam suku dan agama, dengan adanya sikap toleransi dan sikap menjaga hak dan kewajiban antar umat beragama, diharapkan masalah-masalah yang berkaitan dengan sara tidak muncuk kepermukaan. Dalam kehidupan masyarakat sikap toleransi ini harus tetap dibina, jangan sampai bangsa Indonesia terpecah antara satu sama lain
Toleransi Hak dan kewajiban dalam umat beragama telah tertanam dalam nilai-nilai yang ada pada pancasila. Indonesia adalah Negara majemuk yang terdiri dari berbagai macam etnis dan agama, tanpa adanya sikap saling menghormati antara hak dan kewajiban maka akan dapat muncul berbagai macam gesekan-gesekan antar umat beragama.

B.     Metode Pembelajaran

Dalam sikap toleransi beragama ini menggunakan metode penilitian yang mengumpulkan data serta keterangan serta mengenai pelembagaan sikap toleransi antar umat beragama disekolah multiagama, sebenarnya perlu dikaji memlaui beberapa sudut pandang. adapun dalam penelitian ini akan dikaji mengenai sejauh mana sikap toleransi antar umat beragama ditanamkan kepada peserta didik dalam lembaga pendidikan (sekolah).
Dalam penelitian ini ada beberapa tahap yang telah dilakukan secara kompleks menjadi metode penilitian anatar lain sebagai berikut :

a)      Pendekatan penilitian
Untuk mendiskripsikan secara holistic mengenai pelembagaan toleransi beragama disekolah-sekolah multiagama pada peserta didik (siswa), maka yang dilakukan berbentuk penelitian kualitatif, sehingga penekanannya bukan pada pengukuran, melainkan pada pendiskripsian yang holistic, emik terutama yang berkaitan dengan pengembangan serta pelembagaan sikap toleransi beragama pada tataran lembaga pendidikan sekolah.

b)      Teknik penentuan informan
Informan dalam penelitian ini adalah peserta didik (siswa) yang mempunyai latar belakang agama berbeda-beda dari salah satu sekolah yang mempunyai corak multiagama, yang dalam hal ini penelitian mengambil SMA N 1 negara sebagai objek penelitian.
c)      Teknik pengumpulan data
Data yang dibutuhkan menjawab masalah penelitian akan dikumpulan dengan memakai beberapa teknik pengumpulan data yakni :
Ø  Angket (Kuesioner)
Ø  Teknik wawancara mendalam
Ø  Teknik observasi
d)     Teknik analisis data
Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukanj pada saat pengumpulan dat berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data yang dinginkan. data yang terkumpul dianalisis dengan melakukan berbagai kegiatan, yakni reduksi data, menyajikan, menafsirkan, dan menarik simpulan.


C.    Media Pembelajaran

Dalam pembelajaran sikap toleransi beragama ini sebaiknya menggunakan media apa saja yang bisa digunakan baik dalam sumber media cetak, media elektronik dan media interaktif. Disamping itu member kemudahan-kemudahan, kesulitan-kesulitan karena sangat komplek.
sebaiknya media yang paling tepat dalam pembelajaran sikap toleransi beragama ini yang paling tepat menggunakan media visual yaitu media yang, melibatkan indera penglihatan. Adapun unsure-unsur dalam media visual adalah sebagai berikut:
Ø  Garis adalah kumpulan dari titik-titik.
Ø  Bentuk adalah sebuah konsep symbol yang dibangun atas garis-garis atau gabungan garis dengan konsep-konsep lainnya.warna

Ø  Warna digunakan untuk member kesan pemisahan atau penekanan, juga untuk membangun keterpaduan, bahkan dapat mempertinggi tingkat realismedan menciptakan respon emosional tertentu
Ø  Tekstur digunakan untuk menimbulkan kesan kasar dan halus, juga untuk memberikan penekanan seperti halnya warna.
Ø  Kesederhanaan.
Ø  Penekanan.
Ø  Keterpaduan.

D.    Langkah-langkah Pembelajaran

      Adapun langkah-langkah yang perlu dilakukan seorang guru dalam pembelajaran sikap toleransi dalam kehidupan beragama yaitu sebagai berikut:
1)      Guru
Ø  seorang guru hendaknya mempunyai sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Ø  seorang guru harus bisa menjelaskan tentang sikap toleransi dalam kehidupan beragama yang dilakukan dalam lingkungan sekolah.
Ø  seorang guru harus bisa berinteraksi dengan peserta didiknya dalam menerapkan sikap toleransi tersebut.
Ø  seorang guru mendorong dan menginsspirasi siswa berfikir secara kritis.
Ø  seorang guru hendaknya member contoh dalam bersikap atau berperilaku yang baik dalam kehidupan sehari-hari baik dilingkungan sekolah maupun diluar sekolah.
Ø  kemudian guru menanyakan sikap yang baik menurut agama itu seperti apa dan bagaimana.


2)      Siswa
Ø  siswa diajak mencontohkan sikap yang baik dalam bertoleransi menurut agama dalam lingkungan sekolah.
Ø  siswa diminta untuk mempraktekan dengan berdialog didalam kelas
Ø  kemudian guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan sikap tolerasansi dalam kehidupan beragama

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
 Di dalamnya terdapat siswa yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda, termasuk di dalamnya perbedaan agama Sebagai seorang guru BK, kita harus dapat menumbuhkan sikap toleransi pada diri siswa terkhusus kepada mereka yang berbeda agama. Beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru BK untuk menumbuhkan sikap toleransi diantara mereka adalah dengan membentuk kelompok belajar yang di dalamnya terdiri dari siswa-siswa yang memliki latar agama yang berbeda. Dalam kelompok tersebut mereka dapat belajar menghargai pendapat antara satu dengan yang lainnya. Mereka dapat belajar menerima dan  menghargai terhadap kehadiran penganut agama lain di sekitarnya.
Dengan cara ini diharapkan mereka dapat belajar bersikap toleransi  yang pada akhirnya dapat memunculkan sikap saling mengormati hak dan kewajiban antar umat beragama mulai dari lingkungan kecil, kelompok dan sekolah, sehingga diharapkan mereka dapat memiliki sikap toleransi dan dapat menghargai agama lain dalam lingkup yang lebih besar lagi (masyarakat).

Dengan adanya kesadaran akan pentingnya toleransi dalam kehidupan beragama, diharapakan akan terjalin hubungan yang harmonis antar warga Negara yang pada akhirnya akan membawa kesejahteraan bagi masyarakat dan percepatan pembangunan bagi negeri ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Biografi Ir Soekarno

Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) ia merupakan  Presiden In...