Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TIPS. Tampilkan semua postingan

Selasa, 25 Oktober 2016

TIPS PERCAYA DIRI TAMPIL DIDEPAN UMUM




Guys,, kali ini ane mau posting artikel yang tentunya pas banget buat loe2 semua yang punya masalah kurang percaya diri tiap loe tampil didepan umum,,
gak usah banyak omong
Loe simak baik2,, 
terus loe coba praktekin,,

SUKSES buat loe semua!!

1.     Lemparkan senyuman
Hal pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi rasa gugup dan tidak percaya diri adalah dengan cara melemparkan senyuman ke orang-orang di hadapan Anda. Senyum tidak hanya dilakukan apabila ada hal yang lucu maupun yang membuat Anda merasa senang, lebih dari itu, sebuah senyuman yang tulus juga dapat membuat diri Anda merasa jauh lebih baik karena dapat menimbulkan perasaan positif.
2.     Kontak mata lawan bicara
Berikan tatapan yang menyapu ruangan sambil sekali-sekali Anda menatap mata semua orang yang ada ditempat tersebut sambil tersenyum. Senyuman balasan dari orang lain akan menumbuhkan rasa percaya diri di dalam diri Anda dengan cepat. Cara ini juga berlaku saat wawancara kerja. Jangan menundukkan kepala saat berbicara ataupun menatap dengan tatapan yang kosong.
Kontak mata dengan lawan bicara akan segera menghilangkan rasa takut dan mengusir rasa tidak percaya diri Anda. Dengan kontak mata, Anda akan terbebas dari rasa intimidasi maupun rasa stres yang datang seketika pada saat Anda berbicara di depan publik.
3.     Berpikir positi
Kendalikan diri Anda dan berpikirlah positif serta katakan dalam diri Anda jika semuanya pasti bisa dilalui dengan baik, bahkan badai sekalipun. Jadi buanglah rasa takut dan suara-suara negatif yang mungkin ada dalam diri Anda kemudian gantikan dengan kalimat yang positif seperti, "ini sangat mudah", "saya pasti bisa" dan sebagainya kemudian gantikan rasa takut tadi dengan rasa percaya diri.
4.     Jadi diri sendiri
Untuk menjadi hebat, Anda tak perlu menjadi orang lain yang bukan diri Anda sendiri. Setiap orang adalah pribadi yang unik dan berbeda. Menjadi berbeda itulah nilai plus Anda. Jadilah diri sendiri yang tampil apa adanya, tanpa dibuat-buat atau berpura-pura namun tetap terkonsep dengan baik.
5.     Tampil rapi
Sebelum Anda tampil didepan umum, cobalah untuk menyempatkan waktu pergi ke toilet untuk memastikan diri Anda tampil lebih fresh dan rapi. Rapikan setelan baju Anda, rambut, sepatu dan lain sebagainya. Penampilan yang rapi terbukti mampu membangkitkan rasa percaya diri dengan cepat.
6.     Awali dengan salam dan doa
Awalilah segala sesuatu dengan doa dan salam, termasuk pada saat Anda diharuskan untuk tampil didepan umum. Berdoa merupakan tindakan yang positif yang bisa membantu Anda untuk melalui segala masalah, bahkan di saat situasi tersulit sekalipun.
7.     Bicara dengan suara jelas dan terstruktur
Bicaralah dengan suara yang jelas dan terstruktur. Saat seseorang mampu berbicara dengan lantang dan jelas didepan umum, sesungguhnya ia mendengarkan "suara" yang ada dikepala terlebih dahulu baru kemudian menyampaikannya lewat mulut. Dengan demikian maka penyampaian ide, topik pembicaraan maupun pembahasan akan tersusun dengan sistematis dan terstruktur dengan sendirinya. Coba bayangkan apabila Anda berbicara dahulu baru kemudian berpikir, apa yang kira-kira akan terjadi?.
8.     Jangan takut berbuat kesalahan
Kesalahan merupakan hal yang lazim dialami setiap manusia. Tak ada manusia yang sempurna yang benar-benar luput dari kesalahan. Saat Anda tampil didepan umum, cobalah untuk meminimalisir membuat kesalahan. Namun saat terjadi sebuah kesalahan, tetap kendalikan diri Anda dan segeralah meralatnya, kemudian alihkan topik dan jangan berfokus pada kesalahan yang barusan Anda buat.
9.     Atur nafas
Seringkali orang yang gugup berbicara dengan intonasi suara yang bergetar, naik turun dan kurang jelas. Nah, untuk mengantisipasi hal ini, cobalah untuk mengatur nafas Anda. Jangan berbicara dengan kalimat yang terlalu panjang karena akan menghabiskan nafas Anda. Aturlah nafas dan bicaralah dengan perlahan namun jelas. Potong-potonglah kalimat yang akan diutarakan dengan penggalan-penggalan kalimat yang masih dapat dicerna dan dimaknai oleh audience yang ada di depan Anda.


 ref.
http://www.berjibaku.com/2014/10/tips-membangun-rasa-percaya-diri-saat.html

Sabtu, 22 November 2014

TATA CARA KHUTBAH


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

إِنّ الْحَمْدَ ِللهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا

وَسَيّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

يَاأَيّهَا الّذَيْنَ آمَنُوْا اتّقُوا اللهَ حَقّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنّ إِلاّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah swt atas segala karunia serta hidayah dan berjuta kenikmatan yang  tak terhingga yang telah Dia anugerahkan kepada kita semua.
Shalawat serta salam  selalu tercurahkan kepada  baginda  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Selanjutnya marilah kita tingkatkan  takwa  kepada Allah subhanahu wa Ta’ala yakni dengan menjalankan segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.
Hadirin Rahimakumullah!
Khutbah yang akan saya sampaikan ini ialah syirik. Jika kita menginginkan berjumpa dengan Allah kelak di hari kiamat dan Allah merahmatinya, maka kita harus beramal shaleh dan tidak boleh menyekutukan kepada-Nya dengan sesuatu apapun. Sebagaimana firman Allah yang telah kami baca diatas yang artinya sebagai berikut:
                             أَحَدًا رَبِّهِ  بِعِبَادَةِ يُشْرِكْ وَلَا صَالِحًا عَمَلًا فَلْيَعْمَلْ رَبِّهِ لِقَاءَ يَرْجُو كَانَ فَمَنْ
Artinya:
"Maka barangsiapa menginginkan berjumpa dengan Tuhannya, maka sebaiknya dia beramal shaleh dan tidak menyekutukan dengan beribadah kepada Tuhannya dengan seseorang"

Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa kita dianjurkan supaya beribadah kepada Allah secara murni tanpa menginginkan pujian orang lain yakni semata-mata karena mengharap Ridho Allah SWT

Doa khutbah pertama

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ

.وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ

 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ

الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ

فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

Hadirin Rahimakumullah!
Orang yang menyekutukan Allah diharamkan masuk surga dan tempanya yang layak adalah di neraka. Sebagaimana firman Allah berikut ini:
 النَّارُ وَمَأْوَاهُ  الْجَنَّةَ عَلَيْهِ اللَّهُ حَرَّمَ  فَقَدْ بِاللَّهِ  يُشْرِكْ مَنْ إِنَّهُ
Artinya:
"Sesungguhnya orang yang menyekutukan Allah, maka sungguh Allah telah mengharamkannya atas dia masuk syurga dan tempatnya (yang layak) itu neraka"
Ayat tersebut memberikan pengertian kepada kita bahwa Allah telah mengharamkan orang yang menyekutukan-Nya masuk syurga dan sebagai balasannya yang layak bagi dia adalah neraka
Sebagaimana sabda rasulullah yang mengingatkan kita sebagai umatnya supaya menjauhi syirik yang kecil,  apalagi syirik yang besar,beliau bersaba :
"Takutlah kalian pada syirik yang kecil. Para sahabat bertanya : "Wahai Rasulullah! Apakah Syirik yang kecil itu?. Beliau menjawab: "yaitu riya' (pamer). Allah berfirman kelak dihari pembalasan amal-amalnya hamba-hamba (Allah) : "Kalian pergilah kepada orang-orang yang kalian pameri dengan amal-amal kalian di dunia, maka lihat barangkali kalian menjumpai pembalasan pada orang yang kalian pameri itu"  (HR. Ahmat dengan isnad yang bagus dari Ibnu 'Abbas)
Hadirin Rahimakumullah!
Demikianlah khutbah jum'at yang dapat saya sampaikan, mudah-mudahan kita mendapatkan hidayah dan ridho Allah swt serta semoga kita dijauhi dari perbuatan syirik, sesungguhnya allah tidak mengampuni hambanya yang telah menyekutukan-NYA, semoga khutbah jumat ini bermanfaat bagi  bagi kita semua . Amin

DOA Penutup khotbah ke dua

Selasa, 11 November 2014

Persiapan Dalam Berpidato


Dikalangan para ahli pidato, atau orator, atau retor terdapat suatu pemeo sebagai pegangan yang berbunyi sebagai berikut :
“quit  ascendit sine labore, descendit sine honore.”
artinya :siapa yang naik tanpa kerja, akan turun tanpa kehormatan.
dalam hubungannya dengan pidato, makna pemeo tesebut ialah bahwa seseorang yang berpidato tanpa melakukan persiapan, akanmengalami kegagalan; jika gagal, berarti kehormatannya akan jatuh. oleh karena itu, seseorang sebelum naik kemimbar harus melakukan persiapan terlebih dahulu secara seksama. berpidato langsung diatas mimbar menghadapi sejumlah hadirin berbeda dengan berpidato didepan mikrofon distudio atau menghadapi kamera televisi.
berpidato dari atas mimbar menghadapi hadirin secara tatap muka ada untungnya dan ada ruginya. yang dimaksudkan untung disini ialah bahwa si mimbarwan dapat mengetahui tanggapan para hadirin pada saat ia sedang pidato sehingga jika para hadirin tidak menaruh perhatian atau tidak responsive, ia dapat segera mengubah tehnik pidatonya. ruginhya ialah hadirin dapat menunjukkan ketidak senangannya secara spontan, yang tidak jarang berteriak menyuruh orang yang berpidato itu turun dari mimbar. dalam hal inilah makna descendit sine honore atau turun tanpa kehormatan sebagaimana disinggung diatas.
sebelum naik ke mimbar, jauh-jauh sebelumnya perlu ditelaah secara seksama, apakah hadirin yang akana dihadapinya itu bersifat homogen atau  heterogen. dan apakah jumlahnya relative sedikit atau banyak. khalayak yang jumlahnya sedikit akan bersifat rasional. khalayak yang jumlah banyak akan emosional, lebih-lebih kalau sifatnya heterogen. hadirin dengan segala sifatnya itu akan berkaitan dengan pesan yang akan disampaikan kepada mereka dan bahasa yang akan  digunakan. sebuah pidato akan berhasil apabila pesan atau materi yang akan disampaikan sesuai dengan kepentinga  hadirin. dan akan berhasil pula jika bahasa yang digunakan mudah dimengerti sepenuhnya oleh hadirin, mungkin bahasa daerah lebih komunikatif kalau hadirin rata-rata berpendidikan rendah, seperti penduduk desa misalnya.
ada dua cara yang dapat digunakan ketika akan naik mimbar, yakni cara tanpa naskah dan cara dengan naskah. cara mana yang sebaiknya dipakai banyak bergantung pada situasi, sifat pertemuan, pesan yang akan disampaikan, dan hadirin yang akan dihadapi.
a.       pdiato tanpa naskah
pidato tanpa naskah sering disebut pidato secara impromptu atau pidato secara raad libitum yang kadang-kadang disingkat ad lib. pidato dengan cara ini dianggap paling baik karena antara mimbarwan dengan hadirin terjadi personal contact atau kontak pribadi; kedua pihak saling menatap. keuntungan pidato tanpa naskah ini ialah bahwa hadirin menaruh kepercayaan penuh kepada simimbarwan, Karena apa yang dikatakannya adalah pencetusan dari idea tau pemikirannya sendiri. pidato tanpa naskah biasanya dilakukan dalam suatu pertemuan yang tidak menimbulkan banyak resiko, misalnya pidato seorang kepala jawatan dihadapan para karyawannya, pidato didesa atau rukun warga, pidato pada perayaan pernikahan.
meskipun demikian, tidaklah berarti bahwa dalam pertemuan seperti itu, pidato boleh sembarangan sebab, bagaimanapun, sebuah pidato harus menarik hadirin. untuk itu harus ada persiapan. persiapan untuk pidato tanpa naskah dapat dilakukan dengan menyusun rancangan sederhana dengan menetapkan pokok-pokok yang akan disampaikan, maksudnya ialah agar dalam paparannya nanti tidak menyimpang dari tujuan atau tema. pokok-pokok tersebut dapat disimpan dalam benak atau ditulis dalam sehelai kertas; kalau tidak ada kertas tulis, diatas bungkus pun jadilah. yang penting dalam pidato dengan cara seperti itu ialah terpeliharannya kontak pribadi secara saling menatap.  meliirik kepada kertas kecil dengan butir-butir pokok uraian tadi dapat dilakukan secara sekilas tanpa kelihatan oleh hadirin.
ada orator-orator tertentu yang tidak pernah menggunakan naskah dalam situasi pertemuan apapun, baik resmi maupun tidak resmi. ini tidak berarti bahwa mereka tidak melakukan persiapan terlebih dahulu. bahkan ada yang  menyusun pidatonya secara tertulis  dulu mulai dari awal sampai akhir, kemudian dihafalkan. untuk membantu agar  terdapat kesinambungan, maka ditulis butir-butir tertentu diatas secarik kertas yang tidak tampak oleh hadirin.
tidak sedikit pula orator yang karena sudah terbiasa dan merasa yakin atas kemampuannya, berpidato tanpa bantuan catatan secara impromptu sepenuhnya, tetapi mempesona hadirin
b.      pidato dengan naskah
berpidato dengan menggunakan naskah ada keuntungannya, tetapi ada juga kerugiannya. yang dimaksud dengan keuntungan disini ialah bahwa  pidato yang dilakukan akan lancer karena naskahnya disusun jauh sebelumnya sehingga bahasanya baik dan benar, susunan kalimatnya teratur, kata-katanya tepat, dan kontinuitasnya terjamin. yang dimaksud kerugiannya ialah bahwa sewaktu pidato dilakukan, kepala terus menunduk membaca naskah sehingga sedikti sekali kontak pribadi yang penting itu, dan ada kemungkinan hadirin tidak menaruh kepercayaan sepenuhnya karena mereka beranggapan pidato yang dibaca itu bukan buatan sendiri, melainkan hasil kerja orang lain. satu-satunya cara mengurangi kerugian tadi ialah lebih sering menatap hadirin agar lebih banyak terjadi kontak pribadi. dengan sendririnya akan berkurang pula rasa tidak percaya hadirin kepada simimbarwan tadi. akan fatal sekali apabila pidato dilakukan dengan membaca naskah, dan naskahnya sendiri, selain tidak berbobot isinya, juga tidak karuan sistematikanya.
Ø  sikap sebelum, sedang, dan sesudah pidato
ada dua persyaratan mutlak bagi seseorang yang akan muncul dalam mimbar atau forum untuk berpidato. syarat yang pertama adalah apa yang dinamakan source credibility atau kredibilitas sumber, dan yang kedua adalah source attractiveness atau daya tarik sumber.
            hal-hal yang menyangkut kredibilitas sumber telah diterangkan pada pembahasan dimuka mengenai penyusunan naskah pidato. seseorang yang muncul di atas mimbar sudah dengan sendirinya merupakan sumber yang dapat dipercaya sebab tiddaklah mungkin orang muncul dalam forum dan berbicara mengenai hal yang bukan bidangnya. seseorang yang berpidato mengenai suatu persoalan yang bukan bidangnya kemungkinan besar akan gagal dan akan jatuh kehormatannya.
            akan tetapi, meskipun seseorang ahli dalam bidangya, bila ia tidak memperhatikan syarat yang kedua tadi, yakni source attractiveness, kemungkinan besar akan gagal pula dalam pidatonya. seorang yang muncul diatas mimbar harus bersikap sedemikian rupa hingga sebelum berpidato, ketika sedang berpidato, dan seduadh berpidato menarik perhatian segenap hadirin.
a.       sebelum menuju mimbar
sebelum naik ke mimbar, ketika akan menjadi pusat perhatian haadirin, seorang mimbarwan sejal masih dirumah sudah harus memikirkan pakaian apa yang akan dikenakannya. akan janggal sekali apabila ia mengenakan kemeja tangan pendek dihadapan hadirin yang semuanya mengenakan pakaian resmi; jas berikut dasi. sebaliknya, akan janggal pula jika ia mengenakan pakaian resmi, lengkap mengenakan jas berikut dasi, dihadapan penduduk desa yang umunya hidup ddalam keadaan serba tidak cukup. apalagi kalau yang dipidatokannya soal hidup sederhana.
            memang, tidak jarang seseorang dihadapkan pada suatu situasi dimana tidak tahu pasti pakaian apa yang akan dikenakan oleh hadirin, apakah pakaian resmi, setengah resmi, atau bebas. dalam menghadapi situasi seperti itu, barang kali mengenakan setelan safari adalah tindakan yang aman sebab tidak janggal untuk dipakai dalam situasi apapun.
            sikap simpatik sudah harus ditunjukkan ketika ia berada ditengah-tengah pertemuan sebelum dipersiapkan naik ke mimbar. sikap simpatik tidak selalu berarti mengobal senyum, tetapi muka kecut harus dibuang sama sekali; wajar saja. bila pembawa acara mempersilahkan naik mimbar, maka mulai saat itulah si mimbarwan menjadi pusat seluruh  hadirin, sejak berdiri sampai duduk lagi nanti. sejak itu pula sikap tenang harus ditunjukkan; sikap tenang memperlihatkan kepada  percaya diri.
            sebelum berjalan menuju mimbar, akan simpatik tampaknya jika ia member hormat terlebih dahulu kepada pejabat atau tokoh yang duduk dideretan kursi terdepan.
b.      cara bersikap dimimbar
sejak berdiri dimimbar, simimbarwan akan menghadapi tatapan mata hadirin yang seluruhnya memandang kepadanya. bagi seseorang yang sudah terbiasa berpidato, tatapan seperti itu tidak akan berpengaruh apa-apa. akan tetapi, bagi seseorang yang jarang berpidato, apalagi yang baru pertama kali melakukannya, sorotan mata yang menatap kepadanya akan membuatnya gugup, gemetar, dan gentar. ini biasa dinamakan gentar mimbar atau demam panggung (podium vrees)
            cara untuk menghilangkan suasana yang biasa membuat gugup dan gagap seperti itu ialah :
1)      percaya kepada diri sendiri karena sudah melakukan persiapan
2)      bersikap tenang, tidak menunjukkan ketakutan;
3)      menghirup nafas panjang dan dalam tanpa terlihat oleh hadirin
4)      menatap hadirin pada bagian atas matanya, bukan pada matanya yang sedang menyorotkan sinar pandangan
demikian beberapa hal untuk menghilangkan rasa gentar dan gemetar.
sesudah memberikan salam sebagai penunjukkan rasa hormat kepada hadirin, dan sejak mulai sampai mengakhiri pidatonya, seorang mimbarwan hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1)      berbicara dengan gaya orisinal, tidak meniru gaya pidato orang lain;
2)      berbicara dengan sikap sama-sama sederajat (talk with the people), tidak menggurui (talk to the people)
3)      berbicara dengan nada naik turun, tidak datar yang menjemukan;
4)      berbicara dengan mengatur tempo agar dapat didengar dan dicerna jelas oleh hadirin, ttegas kapan harus berhenti lama (titik) dan jelas bilamana mesti berhenti sejenak (koma)
5)      berbicara dengan memberikan tekanan-tekanan (stress) pada hal-hal tertentu utnuk mendapat perhatian khusus dari hadirin;
6)      bebricara dengan tetap memelihara kontak pribadi (personal contanct) dengan hadirin
7)      berbicara dengan menunjukkan wajah yang cerah untuk menghadapi simpati hadirin
satu hal yang perlu diperhatikan oleh seorang memibarwan ialah menghadapi hadririn yang merupakan kelompok kecil (small group) harus berbeda dengan menghadapi kelompok besar (large group), misalnya rapat raksasa.
            ddalam komunikasi kelompok kecil (small group communication), suatu pesan akan ditanggapi oleh komunikan secara rasional. para hadirin, ketika sedang mendengarkan pidato, akan menilai isi pidato itu benar atau tidak, logis atau tidak, relevan atau tidak, dan sebagainya.
            dalam komunikasi kelompok kecil, suatu pesan akan ditanggapi oleh komunikan secara emosional, apalagi kalau hadirin itu bersifat missal dan heterogen. hadirin tidak akan semoat berfikir secara saksama, tetapi didominasi oleh emosi yang meluap. dalam situasi seperti itu akan terjadi apa yang disebut contagion mentale atau wabah mental, yakni jika ada seorang saja yang bertepuk tangan. kalau seorang saja berteriak misalnya “hidup pancasila!!!” maka serempak pula seluruh hadirin mengikutinya. hal ini membahayakan seorang mimbarwan atau orator bila pidatonya tidak menarik, baik materinya maupun gayanya.
seandainya seorang saja berteriak “TURUUUNN!!” maka hadirin lainnya secara serempak akan mengikutinya. dalam hubungan ini sikomunikator harus peka dan tanggap. jika tampak gejala yang mengarah kepada situasi seperti itu, ia harus segera mengubah taktik komunikasinya. misalnya dengan menampilkan hal yang menarik perhatian, yang diperkirakan bersangkutan dengan kebutuhan hidup hadirin atau mempersiapkan diri untuk mengakgiri pidatonya dengan terlebih dahulu menampilkan hal yang mengesankan. dengan demikian, ktiks is meninggalkan mimbar, ia tidak kehilangan kehormatan.
            adakalanya seorang mimbarwan hanya muncul beberapa  menit dan mengucapkan beberapa kalimat saja. misalnya dalam suatu pertemuan  yang menurut susuanan acara, sesudah acara sambutan-sambutan akan disajikan hiburan. jika ia hanya muncul sejenak diforum itu, ia akan mendapat simpati dengan tepuk tangan yang meriah sebab hadirin lebih banyak mengharapkan sajian hiburannya daripada pidato-pidato, dan ingin segera menikmati hiburan itu.
c.       saat meninggalkan mimbar
yang tidak kurang pentingnya dalam public speaking atau pidato didepan umum itu ialah saat meninggalkan mimbar. sesudah mengucapkan salam akhir sebagai tanda hormat kepada hadirin, sikap tenang dan tertib harus tetap dipelihara. jika pidatonya menggunakan naskah, lembaran-lembaran kertas itu hendaknya dilipat dahulu dengan tenang, dan dengan  tenang pula dimasukkan kedalam saku baju. demikian pula jika menggunakan kaca mata untuk membaca.
            turunlah dari mimbar dengan wajah ceria disertai sunggingan senyum dan dengan langkah yang mantap dan tenang. akan dinilai simpatik oleh hadirin bila sebelum duduk terlebih dahulu ia memberi hormat lagi kepada orang penting yang telah diberi hormat ketika ia akan menuju mimbar tadi.
itulah beberapa hal mengenai retorika atau public speaking atau pidato dalam praktek, yang kiranya penting untuk diperhatikan, terutama oleh para pemula.
            pembaca buku ini cepat atau lambat bakal menjadi pemimpin, bahkan bukan tidak mungkin pada saat ini berkedudukan sebagai pemimpin. sebagai pemimpin, anda tidak dapat meghindarkan diri dari keharusan berpidato, sedangkan kemampuan pidato itu menyangkut wibawa dan kehormatan. oleh karena itu, memahami teori dan praktek pidato adalah mutlak bagi seorang pemimpin.


Biografi Ir Soekarno

Ir. Soekarno (lahir di Blitar, Jawa Timur, 6 Juni 1901 – meninggal di Jakarta, 21 Juni 1970 pada umur 69 tahun) ia merupakan  Presiden In...