H. Husein Mutahar, Pencipta Lagu
“Hymne Pramuka”
“Hymne Pramuka”
Ketika
keheningan mulai merayap diujung malam, pernahkah kita mencoba menghayati
sampai lubuk hati yang paling dalam, syair lagu “syukur” yang dikumandangkan
secara khidmat dan syahdu diseluruh pemancar TV di Indonesia ? Kalbu kita
terasa sejuk disiram untaian kata bernuansa relegius: “Tanah air pusaka,
Indonesia merdeka, syukur aku panjatkan, kehadiratmu Tuhan…”
Demikian
kentalnya rasa ikhlas Hs. Mutahar dalam mengungkapkan rasa syukur kehadirat
Allah SWT, atas tercapainya kemerdekaan seluruh rakyat Indonesia. Yang dicapai
dengan perjuangan, dan pengorbanan darah, nyawa dan air mata.
Lahirnya
Hymne Pramuka
Bapk Hs. Mutahar yang panggilan akrabnya kak Mut, adalah putra dari pak salim dan ibu masturah. Lahir di kota semarang 83 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 9 Agustus 1916.
Ketika masih muda dia aktif memimpin kepanduan “Arjuno” ketika itu peserta didiknya antara lain ; sayidiman, S. Dan Almarhum Ali Said, mantan jaksa agung. Rasa disiplin sebagai mantan pejuang dan aktivis kepanduan selalu mewarnai setiap gerak langkah dalam kehidupannya sehari-hari.
Sisi lain yang menarik dari sosok kak Mut ialah, dia seorang seniman pencipta lagu yang bertema keagamaan, perjuangan dan Pendidikan. “terus terang saja, saya baru dapat mencipta lagu, kalu saya mendapat inspirasi dari suatu kejadian yang benar-benar saya alami dan hayati.”
Sebagai contoh ketika menciptakan lagu “Hymne Pramuka”. Lagu tersebut tepatnya diciptakan pada tahun 1964. Sepuluh tahun sebelum lagu ini diciptakan oleh beliau mendapat firasat adanya golongan orang-orang tertentu yang ingin mendongkel dasar-dasar yang terkandung dalam falsafah Negara pancasila. Rasa kekhawatiran selalu bergejolak dalam jiwa beliau. Pribadi beliau tidak membenarkan kalau nilai-nilai luhur yang terkandung dalam falsafah Negara pancasila akan dihancurkan oleh orang-orang yang tak beriman.
Jiwa kepanduan beliau menggelepak untuk menyelamatkan generasi penerus perjuangan bangsa, insane-insan pembela pancasila.
Syukurlah pada tahun 1961 Gerakan Pramuka sebagai wadah pemersatu bangsa lahir di bumi tercinta Indonesia. Maka pada tahun 1964, lagu “Hymne Pramuka” mulai dikumandangkan sampai saat ini., dalam setiap kegiatan peringatan ulang tahun Gerakan Pramuka, setiap tanggal 14 Agustus.
Kalau kita secara cermat menghayati isi lagu “Hymne Pramuka” kita memperoleh suatu gambaran yang pasti, betapa besar loyalitas kak Mut sebagai insane pembela pancasila, dan sebagai tokoh kepanduan yang sejati.
Coba kita resapi ungkapan hati kak Mut dalam lagu Hymne Pramuka beikut ini :
Bapk Hs. Mutahar yang panggilan akrabnya kak Mut, adalah putra dari pak salim dan ibu masturah. Lahir di kota semarang 83 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 9 Agustus 1916.
Ketika masih muda dia aktif memimpin kepanduan “Arjuno” ketika itu peserta didiknya antara lain ; sayidiman, S. Dan Almarhum Ali Said, mantan jaksa agung. Rasa disiplin sebagai mantan pejuang dan aktivis kepanduan selalu mewarnai setiap gerak langkah dalam kehidupannya sehari-hari.
Sisi lain yang menarik dari sosok kak Mut ialah, dia seorang seniman pencipta lagu yang bertema keagamaan, perjuangan dan Pendidikan. “terus terang saja, saya baru dapat mencipta lagu, kalu saya mendapat inspirasi dari suatu kejadian yang benar-benar saya alami dan hayati.”
Sebagai contoh ketika menciptakan lagu “Hymne Pramuka”. Lagu tersebut tepatnya diciptakan pada tahun 1964. Sepuluh tahun sebelum lagu ini diciptakan oleh beliau mendapat firasat adanya golongan orang-orang tertentu yang ingin mendongkel dasar-dasar yang terkandung dalam falsafah Negara pancasila. Rasa kekhawatiran selalu bergejolak dalam jiwa beliau. Pribadi beliau tidak membenarkan kalau nilai-nilai luhur yang terkandung dalam falsafah Negara pancasila akan dihancurkan oleh orang-orang yang tak beriman.
Jiwa kepanduan beliau menggelepak untuk menyelamatkan generasi penerus perjuangan bangsa, insane-insan pembela pancasila.
Syukurlah pada tahun 1961 Gerakan Pramuka sebagai wadah pemersatu bangsa lahir di bumi tercinta Indonesia. Maka pada tahun 1964, lagu “Hymne Pramuka” mulai dikumandangkan sampai saat ini., dalam setiap kegiatan peringatan ulang tahun Gerakan Pramuka, setiap tanggal 14 Agustus.
Kalau kita secara cermat menghayati isi lagu “Hymne Pramuka” kita memperoleh suatu gambaran yang pasti, betapa besar loyalitas kak Mut sebagai insane pembela pancasila, dan sebagai tokoh kepanduan yang sejati.
Coba kita resapi ungkapan hati kak Mut dalam lagu Hymne Pramuka beikut ini :
Kami Pramuka indnesia
Manusia Pancasila
Satyaku ku darmakan
Darma ku kubaktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi Pandumu...
Manusia Pancasila
Satyaku ku darmakan
Darma ku kubaktikan
Agar jaya Indonesia
Indonesia tanah airku
Kami jadi Pandumu...
Pada
umumnya lagu-lagu ciptaan kak Mut menyibakkan kesan rasa seni yang sangat
tinggi. Paduan yang harmoni antara melodi, lirik dan aransemen dari lagu-lagu
ciptaannya yang berjumlah ratusan, bagaikan tonggak-tonggak monumental yang
kokoh, yang mempuyai nilai sejarah yang tinggi.
Diantara lagu-lagu ciptaan kak Mut yang dikumandangkan dalam upacara seremonial antara lain : lagu”Hari Merdeka” dan”Syukur”.
Wartawan dan Ajudan Presiden
Dimasa penjajahan belanda, kak Mut yang selalu terkesan lincah ini, pernah aktif sebagai wartawan surat kabar Belanda.
Kepandaiannya dalam menguasai bahasa asing merupakan peluang untuk menjalankan tugas sebagai pejabat tinggi didepartemen Luat Negeri.
Sekitar tahun 1973, kak Mut dipercayakan sebagai duta besar Indonesia di Vatikan.
Sejak awal tahun 1946 kak Mut pernah menjabat sebagai ajudan Presiden R.I yang pertama, Ir.H.soekarno.
Diantara lagu-lagu ciptaan kak Mut yang dikumandangkan dalam upacara seremonial antara lain : lagu”Hari Merdeka” dan”Syukur”.
Wartawan dan Ajudan Presiden
Dimasa penjajahan belanda, kak Mut yang selalu terkesan lincah ini, pernah aktif sebagai wartawan surat kabar Belanda.
Kepandaiannya dalam menguasai bahasa asing merupakan peluang untuk menjalankan tugas sebagai pejabat tinggi didepartemen Luat Negeri.
Sekitar tahun 1973, kak Mut dipercayakan sebagai duta besar Indonesia di Vatikan.
Sejak awal tahun 1946 kak Mut pernah menjabat sebagai ajudan Presiden R.I yang pertama, Ir.H.soekarno.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar