salam pramuka!!!
buat kamu yang pengin tahu,, sejarah gerakan pramuka,, yukss11, DISIMAK baik-baik artikel dibawah ini!!
selamat membaca!!
sejarah
gerakan pramuka
1.
Sejarah Gerakan Pramuka Dunia
Kelahiran gerakan
pramuka dunia dimulai pada tahun 1907 ketika Robert baden powell, seorang
letnan jendral angkatan bersenjata britania raya dan William Alexander smith
pendiri boy’s brigade mengadakan peekemahan kepanduan pertama di kepulauan
brownsea, inggris. ide untuk mengadakan gerakan tersebut muncul ketika boden
powell dan pasukannya berjuang mempertahankan kota Mafeking, afrika selatan
dari serangan tentara boer. ketika itu, pasukannya kalah besar dibandingkan
tentara boer. untuk mengakalinya sekelompok pemudda dibentuk dan dilatih untuk
menjadi tentara sukarela.
tugas utama mereka adalah membantu militer
mempertahankan kota, mereka mendapatkan tugas-tugas yang ringan tapi penting,
misalnya mengantarkan pesan yang diberikan baden powell keseluruh anggota
militer dikota tersebut. pekerjaan itu dapat mereka selesaikan dengan baik
sehingga pasukan baden powell dapat mempertahankan kota Mafeking selama
beberapa bulan. sebagai penghargaan atas keberhasilan yang mereka dapatkan,
setiap anggota tentara sukarela tersebut diberi sebuah lencana. gambar dari lencana ini kemudian digunakan sebagai logo
dari gerakan pramuka internasional.
keberhasilan baden powell mempertahankan kota
Mafeking membuatnya dianggap menjadi
pahlawan. dia kemudian menulis sebuah buku yang berjudul “AIDS
TO SCOUTING” yang ditulis pada
tahun 1899 dan menjadi buku terlaris saat itu.
pada tahun 1906, ernest Thompson seton megirimkan
baden powell sebuah buku karyanya yang berjudul the birchbark roll of the
woodcraft Indians. seton seorang keturunan inggris-kanada yang tinggal di
amerika serikat, ia sering mengadakan pertemuan dengan baden powell dan
menyusun rencana tentang suatu gerakan pemuda. pertemuannya dengan seton
tersebut mendorongnya untuk menulis kembali bukunya, “AIDS TO SCOUTING” dengan
versi baru yang berjudul “BOY’S PATROL”.
buku tersebut dimaksudkan sebagai buku petunjuk
kepanduan bagi para pemuda ketika itu. kemudian, untuk menguji ide-idenya, dia
mengadakan sebuah perkemahan untuk 21 pemuda dari berbagai lapisan masyarakat
selama seminggu penuh yang dimulai tanggal 1 agustus dikepulauan brownsea, inggris.
metode organisasinya (sekarang dikenal dengan system patroli atau patrol system
dalam bahasa inggris) menjadi kunci dari pelatihan kepanduan yang dilakukannya.
system ini mengharuskan para pemuda untuk membentuk beberapa kelompok kecil,
kemudian menunjuk salah satu diantara mereka untuk menjadi ketua kelompok
tersebut setelah bukunya diterbitkan dan perkemahan yang dilakukannya berjalan
dengan sukses. baden powell pergi untuk sebuah tur yang direncanakan oleh
Arthur pearson untuk mempromosikan pemikirannya keseluruh inggris, dari
pemikirannya tersebut, dibuatlah sebuah buku berjudul “SCOUTING FOR BOYS” yang
saat ini dikenal sebagai buku panduan kepramukaan (boys scout handbook) edisi
pertama.
Saat itu baden powell
mengharapkan bukunya dapat memberikan ide baru untuk beberapa organisasi pemuda
yang telah ada. tapi yang terjadi, beberapa pemuda malah membentuk organisasi
baru dan meminta baden powell menjadi pembimbing mereka,. ia pun setuju dan
mulai mendorong mereka untuk belajar dan berlatih serta mengembangkan
organisasi yang mereka dirikan tersebut. seiring dengan bertambahnya jumlah
anggota, baden powell semakin kesulitan membimbing mereka, ia membutuhkan
asisten untuk membantunya. oleh karena itu, ia merancanakan untuk membentuk
sebuah pusat pelatihan kepemimpinan bagi orang dewasa (adult leadership
training center).
pada tahun 1919 sebuah taman didekat London dibeli
sebagai lokasi pelatihan tersebut. ia pun menulis buku baru yang berjudul “aids
to scoutmastership” dan beberapa buku lainnya yang kemudian ia kumpulkan dan
disatukan dalam buku berjudul “ROVERING TO SUCCESS FOR ROVER SCOUT” pada tahun
1922 perkembangan gerakan pramuka tak lama setelah buku scouting for boys
diterbitkan, pramuka mulai dikenal diseluruh inggris dan irlandia. gerakannya
sendiri secara perlahan tapi pasti, mulai dicoba dan diterapkan diseluruh
wilayah kerajaan inggris dan koloninya. unti kepanduan diluar wilayah kerajaan
inggris yang pertama diakui keberadaannya, dibentuk di gilbraltar pada tahun
1908, yang kemudian diikuti oleh pembentukan unit lainnya dimalta kanada ialah
koloni inggris pertama yang mendapat ijin dari kerajaan inggris untuk
mendirikan gerakan kepanduan, diikuti
oleh Australia, selandia baru, dan afrika selatan. chile ialah Negara pertama
diluar inggris dan koloninya yang membentuk gerakan kepanduan.
semenjak didirikan, gerakan pramuka yang memfokuskan
program pada remaja usia 11-18 tahun telah mendapat respon yang menggembirakan,
anggota bertambah dengan cepat. kebutuhan program pun dengan sendirinya
bertambah untuk memenuhi keinginan dan ketertarikan pada generasi muda pada
saat itu, gerakan pramuka menambah empat program dalam organisasinya untuk
melebarkan lingkup keanggotaan gerakan pramuka. keempat program tersebut
meliputi: pendidikan generasi muda usia dini, usia remaja, pendidikan kepanduan
putri, dan pendidikan kepemimpinan bagi Pembina. program untuk golongan siaga,
unit satuan karya, dan penegak/pandega mulai disusun pada akhir tahun 1910 dibeberapa Negara. terkadang,
kegiatan-kegiatan tersebut hanya berawal ditingkat lokal / ranting yang
dikelola dalam skala kecil, baru kemudian diakui dan diadopsi oleh kwartir
nasional. kasus serupa terjadi pada pendirian golongan siaga diamerika serikat.
dimana program golongan siaga telah dimulai sejak 1911 ditingkat ranting. namun
belum mendapatkan pengakuan hingga 1930 sejak awal didirikannya gerakan
kepanduan, para remaja putri telah mengisyaratkan besarnya minat mereka untuk
bergabung. untuk mengakomodasi minat tersebut, agnes baden powell adik dari
bapak kepanduan sedunia, Robert baden powell pada tahun 1910 ditunjuk menjadi
presiden organisasi kepanduan putri pertama didunia. agnes pada awalnya
menamakan organisasi tersebut rosebud, yang kemudian berganti menjadi BROWNIES
(Girl Guides) pada 1914. agnes mundur dari kursi presiden pada tahun 1917 dan
digantikan oleh olave baden powell istri dari bapak pandu. agnes tetap menjabat
sebagai wakil presiden hingga ia meninggal pada usia 86 tahun, pada waktu
tersbut, kepanduan putri telah diposisikan sebagai unit terpisah dari kepanduan
pria, hal tersebut dilakukan menimbang norma sosial yang berlaku saat tersebut.
Pada era 90-an, banyak
organisasi kepanduan didunia yang saling bekerja sama antara unit putra dan
putri untuk memberikan memberikan pendidikan kepanduan program awal bagi
pendidikan Pembina diadakan dilondon pada tahun 1910, dan diyorkshire pada
tahun 1911. namun, baden powell menginginkan pendidikan tersebut dapat
dipraktekan semaksimal mungkin, hal tersebut berarti bahwa dalam setiap
pendidikan diperlukan praktek lapangan semisal berkemah. hal ini membimbing pembentukan
kursus woodbadge. akibat perang dunia I, pendidikan woodbadge bagi para Pembina
tertunda hingga tahun 1919. pada tahun tersebut, diadakan kursus woodbadge
pertama di gillwell park. pada saat ini, pendidikan bagi Pembina telah beragam
dan memiliki cakupan yang luas.
BIOGRAFI BADEN
POWELL
Baden-powell dilahirkan di
paddington, london pada 1857. Dia adalah anak ke-6 dari 8 anak profesor
savilian yang mengajar geometri di oxford. Ayahnya, pendeta harry baden-powell,
meninggal ketika dia berusia 3 tahun, dan ia dibesarkan oleh ibunya, henrietta
grace smith, seorang wanita yang berketetapan bahwa anak-anaknya harus
berhasil. Baden-powell berkata tentang ibunya pada 1933, "rahasia
keberhasilan saya adalah ibu saya." selepas menghadiri rose hill school,
tunbridge wells, baden-powell dianugerahi beasiswa untuk sekolah umum
charterhouse. Perkenalannya kepada kemahiran pramuka adalah memburu dan memasak
hewan - dan menghindari guru - di hutan yang berdekatan, yang juga merupakan
kawasan terlarang. Dia juga bermain piano dan biola, mampu melukis dengan baik
dengan menggunakan kedua belah tangan dengan tangkas, dan gemar bermain drama.
Masa liburan dihabiskan dengan ekspedisi belayar atau berkanu dengan
saudara-saudaranya.
Pada tahun 1876, baden-powell bergabung dengan 13th hussars di india. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di afrika dan pulang ke india pada tahun 1897 untuk memimpin 5th dragoon guards. Baden-powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku zulu pada awal 1880-an di jajahan natal afrika selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang zulu yaitu: impressa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
Kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar. M'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak. Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya. Baden-powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah mediterania yang berbasis di malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di ashanti, afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th dragoon guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk "aids to scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan. Baden-powell kembali ke afrika selatan sebelum perang boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa perang boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan mafeking, dan dikelilingi oleh tentara boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah baden-powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu. Baden-powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh pembebasan mafeking pada 16 mei 1900. Naik pangkat sebagai mayor jendral, baden-powell menjadi pahlawan nasional. Setelah mengurusi pasukan polisi afrika selatan baden-powell kembali ke inggris untuk bertugas sebagai inspektur jendral pasukan berkuda pada tahun 1903. Setelah kembali, baden-powell mendapati buku panduan ketentaraannya "aids to scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda. Kembali dari pertemuan dengan pendiri boys' brigade, sir william alexander smith, baden-powell memutuskan untuk menulis kembali aids to scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di brownsea island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "scouting for boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid. Kanak-kanak remaja membentuk "scout troops" secara spontan dan gerakan pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan boys' brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di crystal palace di london pada 1908, di mana baden-powell menemukan gerakan pandu puteri yang pertama. Pandu puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan baden-powell, agnes baden-powell. Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi panglima tertinggi, baden powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat letnan jendral menuruti nasihat raja edward vii, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan pramuka.
Pada tahun 1876, baden-powell bergabung dengan 13th hussars di india. Pada tahun 1895 dia bertugas dengan dinas khusus di afrika dan pulang ke india pada tahun 1897 untuk memimpin 5th dragoon guards. Baden-powell saling berlatih dan mengasah kemahiran kepanduannya dengan suku zulu pada awal 1880-an di jajahan natal afrika selatan di mana resimennya ditempatkan dan ia diberi penghargaan karena keberaniannya. Ada 3 penghargaan yang diberi angkatan perang zulu yaitu: impressa : serigala yang tak pernah tidur, karena dia sering berjaga-jaga saat malam.
Kantankye : orang pemakai topi lebar, karena dia selalu memakai topi lebar. M'hlalapanzi: orang bertiarap yang siap menembak. Kemahirannya mengagumkan dan dia kemudian dipindahkan ke dinas rahasia inggris. Dia sering bertugas dengan menyamar sebagai pengumpul kupu-kupu, memasukkan rancangan instalasi militer ke dalam lukisan-lukisan sayap kupu-kupunya. Baden-powell kemudian ditempatkan di dinas rahasia selama 3 tahun di daerah mediterania yang berbasis di malta. Dia kemudian memimpin gerakan ketentaraannya yang berhasil di ashanti, afrika, dan pada usia 40 dipromosikan untuk memimpin 5th dragoon guards pada tahun 1897. Beberapa tahun kemudian, dia menulis buku panduan ringkas bertajuk "aids to scouting", ringkasan ceramah yang dia berikan mengenai peninjau ketentaraan, untuk membantu melatih perekrutan tentara baru. Menggunakan buku ini dan kaidah lain, ia melatih mereka untuk berpikir sendiri, menggunakan daya usaha sendiri, dan untuk bertahan hidup dalam hutan. Baden-powell kembali ke afrika selatan sebelum perang boer dan terlibat dalam beberapa tindakan melawan zulu. Dinaikkan pangkatnya pada masa perang boer menjadi kolonel termuda dalam dinas ketentaraan britania, dia bertanggung jawab untuk organisasi pasukan perintis yang membantu tentara biasa. Ketika merencanakan hal ini, dia terperangkap dalam pengepungan mafeking, dan dikelilingi oleh tentara boer yang melebihi 8.000 orang. Walaupun berjumlah lebih kecil, garnisun itu berhasil bertahan dalam pengepungan selama 217 hari. Sebagian besar keberhasilan itu dikatakan sebagai hasil beberapa muslihat yang dilaksanakan atas perintah baden-powell sebagai komandan garnisun. Ranjau-ranjau palsu ditanam, dan tentaranya diperintah untuk menghindari pagar kawat olok-olok (tidak ada) saat bergerak antara parit kubu. Baden-powell melaksanakan kebanyakan kerja peninjauan secara pribadi dan membina pasukan kanak-kanak asli untuk berjaga dan membawa pesan-pesan, kadang menembus pertahanan lawan. Banyak dari anak-anak ini kehilangan nyawanya dalam melaksanakan tugas. Baden-powell amat kagum dengan keberanian mereka dan kesungguhan mereka yang ditunjukkan ketika melaksanakan tugas. Pengepungan itu dibubarkan oleh pembebasan mafeking pada 16 mei 1900. Naik pangkat sebagai mayor jendral, baden-powell menjadi pahlawan nasional. Setelah mengurusi pasukan polisi afrika selatan baden-powell kembali ke inggris untuk bertugas sebagai inspektur jendral pasukan berkuda pada tahun 1903. Setelah kembali, baden-powell mendapati buku panduan ketentaraannya "aids to scouting" telah menjadi buku terlaris, dan telah digunakan oleh para guru dan organisasi pemuda. Kembali dari pertemuan dengan pendiri boys' brigade, sir william alexander smith, baden-powell memutuskan untuk menulis kembali aids to scouting agar sesuai dengan pembaca remaja, dan pada tahun 1907 membuat satu perkemahan di brownsea island bersama dengan 22 anak lelaki yang berlatar belakang berbeda, untuk menguji sebagian dari idenya. Buku "scouting for boys" kemudian diterbitkan pada tahun 1908 dalam 6 jilid. Kanak-kanak remaja membentuk "scout troops" secara spontan dan gerakan pramuka berdiri tanpa sengaja, pada mulanya pada tingkat nasional, dan kemudian pada tingkat internasional. Gerakan pramuka berkembang seiring dengan boys' brigade. Suatu pertemuan untuk semua pramuka diadakan di crystal palace di london pada 1908, di mana baden-powell menemukan gerakan pandu puteri yang pertama. Pandu puteri kemudian didirikan pada tahun 1910 di bawah pengawasan saudara perempuan baden-powell, agnes baden-powell. Walaupun dia sebenarnya dapat menjadi panglima tertinggi, baden powell memuutuskan untuk berhenti dari tentara pada tahun 1910 dengan pangkat letnan jendral menuruti nasihat raja edward vii, yang mengusulkan bahawa ia lebih baik melayani negaranya dengan memajukan gerakan pramuka.
2. Sejarah Gerakan Pramuka Indonesia
a. Sejarah Singkat Gerakan Pramuka Indonesia
Gagasan Boden Powell yang cemerlang dan menarik itu
akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk Netherland atau Belanda dengan
nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu dibawa ke Indonesia dan
didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia dengan nama NIPV
(Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan Pandu-Pandu Hindia
Belanda).
Oleh pemimpin-pemimpin gerakan nasional dibentuk
organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan
menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul bermacam-macam organisasi
kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders Organizatie) JJP (Jong Java
Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche Padvindery), SIAP (Sarekat Islam
Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).
Dengan adanya larangan pemerintah Hindia Belanda
menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim menggunakan nama Pandu atau
Kepanduan.
Dengan meningkatnya kesadaran nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada
tahun 1930 organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu
Pemuda Sumatra) bergabung menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian
tahun 1931 terbentuklah PAPI (Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah
menjadi BPPKI (Badan Pusat Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.
Pada waktu pendudukan Jepang Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh
Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA. Setelah tokoh proklamasi
kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di
Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.
Sekitar tahun 1961 kepanduan Indonesia terpecah
menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3 federasi organisasi
yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September 1951, POPPINDO
(Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI (Persatuan Kepanduan
Puteri Indonesia)
Menyadari kelemahan yang ada maka ketiga federasi melebur menjadi satu
dengan nama PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Karena masih adanya rasa golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah.
Kelemahan gerakan kepanduan Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar
menjadi gerakan Pioner Muda seperti yang terdapat di negara komunis. Akan
tetapi kekuatan Pancasila dalam Perkindo menentangnya dan dengan bantuan
perdana Menteri Ir. Juanda maka perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun
1961 tentang Gerakan Pramuka yang pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh
Pjs Presiden RI Ir Juanda karena Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.
Di dalam Keppres ini gerakan pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai
satu-satunya badan di wilayah Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan
pendidikan kepramukaan, sehingga organisasi lain yang menyerupai dan sama
sifatnya dengan gerakan pramuka dilarang keberadaannya.
b.
Latar
Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka lahir pada tahun
1961, jadi kalau akan menyimak latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang
perlu mengkaji keadaan, kejadian dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.Dari
ungkapan yang telah dipaparkan di depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan
kepramukaan di Indonesia waktu itu sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan
dengan jumlah seluruh anggota perkumpulan itu.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila. Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka (Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961 tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga, keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961 tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.
c.
Kelahiran
Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa
yang saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para
tokoh dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia
pada tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut
sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA. Diterbitkannya Keputusan
Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961, tentang Gerakan Pramuka
yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang
ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda
Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan Pramuka yang dijadikan
pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola Gerakan Pramuka dalam
menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari Kebangkitan Nasional, namun
bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan merupakan tonggak sejarah untuk
pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI
PERMULAAN TAHUN KERJA. Pernyataan para wakil organisasdengan ikhlas meleburkan
diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana Olahraga Senayan
pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian dissebagai HARI
IKRAR GERAKAN PRAMUKA. Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana
Negara, diikuti defile Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang
didahului dengan penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini
terjadi pada tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961
d.
Gerakan
Pramuka Diperkenalkan
Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga
menggariskan agar pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka
telah ada dan dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun
1961 perlu ada pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran
Dasar Gerakan Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan
Nasional (MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka
dan Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun
dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas
beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam
Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam
Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas
menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya
sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi
anggota Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan
Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI
Dr.A. Aziz Saleh.Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX
menjabat Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap
Ketua Kwarnari.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.
sumber : http://3.bp.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar